
Minggu ini, untuk kesekian kalinya saya ke Edinbruh mengunjungi Kiki, anak sulung saya yang menetap di sini. Seperti biasanya saya selalu berkunjung ke rumah besan. Keduanya pensiunan perawat. Ternyata budaya orang Scotland mirip dengan orang Indonesia, sangat akrab dengan besan. Kali ini kami bertemu dan makan siang bersama di Cairngorms National Park. Sebuah lokasi di pergunungan yang di beberapa bagiannya selalu bersalju, tempat banyak orang berwisata. Apalagi tidak jauh dari situ asa Glenmore Forest Park: Loch Morlich Beach, sebuah danau tempat banyak orang bermain perahu layar.
Kami makan siang dengan menu soup Scotch Broth, rolls, chips dengan minum capuchino panas. Menantu saya, Roy makan mac and cheese. Anak saya Kiki makan roasted vegetable. Besan perempuan saya, Pearl dan isteri saya minum lemon warm water. Makan siang sambal ngobrol sana-sini. Apalagi di liburas paskah, sehingga saya dan isteri dapat hadian paskah ala Scotland dan kebetulan isteri juga membawa oleh-oleh berupa tas yang dibeli di Mirota dan roti pandan kesukaan anak.

Menurut Kiki, di UK ada pension resmi (state pension) yang besarnya tergantung penghasilan. Seperti diketahui di UK setiap orang yang pernah berkerja dapat pension karena itu merupakan bagian dari uang yang dipotong dari gaji kita. Di luar itu, setiap orang didorong untuk “menabung pensiun” yang juga disebut pensiun. Besarnya terserah pada masing-masing orang, tetapi begitu seseorang menabung maka kantor/perusahaan tempat bekerja wajib memberi tambahan tabungan pensiun yang bersangkutan dengan besaran yang sama. Jadi jika karyawan Pemkot Surabaya menabung 200 ribu per bulan, maka otomatis Pemkot Surabaya akan menambah tabungan karyawan tersebut 200 ribu, sehingga tabungan yang bersangkutan menjadi 400 ribu per bulan.
Ketika foto kami makan bersama, seperti diatas saya kirim ke teman-teman BAN SM Jakarta, seorang teman dari IPB memberi komentar “orang UK itu hidupnya sederhana tetapi tampak bahagia”. Mungkin beliau ingat kalau besan saya keduanya pensiunan perawat. Namun justru komentar itu mengingatkan saya akan pertanyaan yang selama ini ada di pikiran saya dan belum mendapat jawaban yang tuntas. “Seperti apa pola pension di UK, sehingga pensiunan perawat dapat hidup berkecukupan dan bahkan secara rutin liburan ke luar negeri”.
Apakah hanya itu yang membuat besan saya yang pensiunan perawat bisa hidup sangat layak dan rutin liburan ke luar negeri? Itulah pertanyaan yang belum terjawab. Konon gaji terendah di UK sekitar 800 pound per bulan. Jika diambil standar pensiunan wajib 13.8%, berarti yang bersangkutan setiap bulan dipotong dana pensiun 110.4 pound atau 1, 9 juta rupiah. Apakah dengan itu mereka dapat pensiun untuk hidup dengan layak ? Itulah pertanyaan besar saya.
Setelah selesai makan siang, saya ingin hiking menikmati lereng gunung syukur kalau bisa mencapai salju. Ketika saya mulai jalan bersama anak (Kiki) dan menantu (Roy), tiba-tiba besan perempuan saya (Pearl) ikut. Saya ragu-ragu karena usianya 84 tahun. Namun Kiki meyakinkan kalau Pearl sudah biasa hiking. Jadilah kami berempat mulai mendaki, dengan memilih jalan yang relatif datar dan sudah baik path-nya.
Melihat Pearl dan Kiki jalan sambal ngobrol saya jadi mengerti kalau Pearl memang sudah biasa hiking. Jalannya tegap dan tampak santai. Kami terus berjalan, dan jalan mulai menanjak. Sampai di puncak menjelang jalan menurun karena akan melewati sungai, Pearl berhenti ditemani Kiki sehingga saya dengan Roy yang terus melewatu sungai dan menggapai satu lokasi tempat salju. Nah ketika saya dan Roy sampai lokasi salju tiba-tiba Kiki menyusul dan mengambil foto dari jarak akan jauh.
Kemana Pearl? Ternyata dia balik ke lokasi café sendirian. Bukan main. Bagaimana seorang perempuan dengan usia 84 tahun, mendaki gunung, walaupun tidak tinggi tetapi memerlukan waktu sekitar 1 jam dan kemudian balik sendirian. Itulah pertanyaan kedua yang saya belum mendapatkan jawaban yang tuntas. Bahwa Pearl seorang pensiunan perawat yang tentu faham kesehatan, ya. Bahkan dia selalu menjaga makanan, ya. Tetapi dengan usian 84 tahun masih menjadi gunung dengan santai dan balik sendirian, menurut saya sesuatu yang mengagumkan.